Ternyata Sapi Mati Karena Jembrana Di Lamteng Bukan Ratusan Ekor

Bandar Lampung - Diberitakan media terjadi penularan virus Jembrana yang membuat ratusan sapi mati di Lampung Tengah akhir Januari 2019 lalu, dibantah oleh Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Fadjar mengatakan, setelah mendapat informasi terdapat virus jembrana di Lampung Tengah, Kementan membentuk tim gerak cepat yang terdiri dari Staf Direktorat Kesehatan Hewan, Balai Veteriner Lampung, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Lampung, Bidang Kesehatan Hewan Disbunnak Provinsi Lampung dan Lampung Tengah.

Tim melakukan investigasi dan mendapati bahwa penyakit jembrana di Lampung Tengah terjadi karena lalu lintas sapi bali yang terinfeksi antar Kecamatan Pubian dan Kecamatan Padang Ratu oleh para pedagang.

"Tidak benar kematian akibat virus Jembrana di Lampung Tengah mencapai ratusan ekor seperti yang diberitakan oleh media sebelumnya. Hasil investigasi menemukan kematian akibat Jembrana mencapai 14 ekor sapi bali (Pubian 11 ekor dan 3 ekor di Kecamatan Padang Ratu)." kata Fadjar, jumat (8/2) siang.

Terkait penanganan temuan virus Jembrana tersebut, Fadjar mengatakan saat ini tim telah melakukan pengobatan kepada ternak yang terinfeksi, termasuk memberikan vaksinasi kepada sapi yang sehat serta desinfaksi kandang atau tempat sapi yang terinfeksi.

"Upaya penanganan dengan vaksinasi sapi massal telah dilaksanakan agar kasus penyakit tersebut bisa dilokalisir dan tidak menyebar ke desa lainnya." imbuh Fadjar. 

Diketahui selain melakukan tindakan cepat untuk mengatasi temuan kasus jembrana tersebut, Kementan RI juga melaksanakan sosialisasi untuk pencegahan kepada peternak, masyarakat dan pedagang, termasuk memberikan bantuan vaksin jembrana.

"Keaktifan surveilan untuk mendeteksi dini penyakit jembrana akan terus ditingkatkan, dan secara rutin melaporkan kondisi ternak sapi yang ada disetiap daerah melalui iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) agar jika ada temuan dapat di isolasi agar tidak menular." tutup Fadjar. (BE)
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini