Masyarakat Laporkan Adanya Dugaan Politik Uang Oleh Paslongub No. 3

PESISIR BARAT medinasnews.com - Warga pemangku bumi agung pekon Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat, melaporkan adanya dugaan pemberian uang bernilai Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) yang diberikan untuk memilih pasangan calon gubernur nomor urut 3.

Tokoh pemuda mendapatkan adanya dugaan money politic tersebut terjadi pada malam selasa (25/6) dini hari, sejumlah uang tersebut diberikan dirumahnya dengan imbalan seluruh pemuda yang dipimpinannya diminta untuk memilih kandidat calon gubenur nomor urut 3. 

Proses pemberian uang ini dilakukan pada malam hari dan barang bukti berupa uang tunai, kemudian dengan sukarela ketua pemuda didampingi tokoh masyarakat Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat menititipkan barang bukti berupa uang pecahahan Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) tersebut kepada saudara M. Towil selaku ketua Partai Demokrat Kabupaten Pesisir Barat.

Kepada tim medinasnews.com. pada selasa dini hari (26/6) M. Towil mengatakan, "Pengaduan pertama muncul dari masyarakat, dan barang bukti sudah diberikan, untuk itu kami akan segera mengawal dan mendampingi masyarakat untuk melaporkan masalah tersebut ke pihak penegak hukum dan menyerahkan bahan bukti berupa pecahan uang Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) yang berjumlah 120 (Seratus Dua Puluh) lembar.

Masih lanjut M. Towil, " Dengan adanya laporan pengaduan pendahuluan dari masyaraka ini, kami berharap kepada aparatur penegak hukum atau pun yang berkompeten dibidang ini, untuk segera melakukan penyelidikan dan memproses seadil - adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku. "Pintanya.

Disaat yang bersamaan Nurjaman aktivis pergerakan untuk keadilan dan advokasi masyarakat juga mengatakan, "Kejadian ini sangat memalukan artinya masyarakat tingkat gerasi muda saja sudah mulai akan diracuni dengan adanya politik balas budi, ini sangat disayangkan dan tentu merusak citra demokrasi.

" Maka dengan Adanya laporan masyarakat ini, saya menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya, ini petanda bahwa pemuda dan masyarakat yang tidak mau menerima politik balas budi dengan menggadaikan idealisme. Masyarakat saat ini pengen adanya penegakan hukum serta masyarakat tidak mau terjebak dalam sistem politik yang menghalalkan segala cara.

"Dalam hal ini aparatur penegak hukum ataupun instansi yang berkompeten dalam membidangi perkara ini untuk segera memproses secara hukum tanpa adanya tebang pilih, dan juga hendaknya dapat memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah berani mendukung  dalam masalah penegakan hukum ini. " Tutupnya. (Caknur).
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini