Dugaan Pemotongan BOK Pesibar Perlu Pendalaman

PESISIR BARAT medinasnews.com - Isu pemotongan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 30% di Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Rahman Kholid, Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Kabupaten Pesisir Barat Krui Lampung (KMKPB-KL).

“Wajar saja jika masyarakat merasa prihatin dengan banyak pemberitaan terkait dugaan pemotongan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) untuk upaya pelayanan kesehatan dan managemen Puskesmas.

Sebagaimana keterangan komisi C DPRD Pesisir Barat saat menggelar rapat dengar pendapat dengan dinas kesehatan beberapa waktu lalu, dikatakan bahwa dana 30 % tidak terpakai dan tidak ada kerugian negara, hal itu dapatlah di artikan bahwa tidak ada korupsi atau penyalahgunaan wewenang barangkali itu maksudnya.

Namun hal tersebut perlu pendalaman karena kegunaan dana tersebut seharusnya 100 % dibiayai sesuai rencana kerja, "Terangnya.

Masih lanjut Rahman, "Untuk biaya perjalanan petugas kesehatan melakukan kegiatan pelayanan kesehatan, dari anggaran tersebut jika benar dan terbukti dugaan dipotong 30% dari total biaya perjalan dinas, jelas itu unsur korupsi.

Bahwa gambaran yang kita dapat ada pemotongan 30 %, sebagai contoh perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin membantu petugas kesehatan dalam kegiatan upaya pelayanan kesehatan transport dari tempat tinggalnya sesuai ketentuan 100.000 dan ternyata yang di terima 70.000, ini bukan sisa anggaran tapi prilaku koruptif.

Anggota dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Pesisir Barat yang katanya telah melaksanakan rapat dengar pendapat dengan dinas kesehatan seharusnya mempertegas fakta 30% yang diributkan tersebut apakah dana sisa anggaran atau pemotong biaya kegiatan, jika terbukti pemotongan biaya kegiatan, dewan harus memberikan rekomendasi ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

“Jadi penting untuk ditelusuri lebih mendalam dan cerdas, apakah motif pemotongan anggaran 30% BOK tersebut, jangan hanya diselesaikan melalui alibi saja “Tutupnya. (SY)

Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini