Tidak Transparan Dalam Pengelolaan ADD Peratin Diminta Untuk Mundur

PESISIR BARAT medinasnews.com - Sebagai pelaksana amanah masyarakat diharapkan peratin selalu memperhatikan aspirasi konstituennya, ini bertujuan agar senantiasa tercipta harmonisasi antar sesama warga di pekon yang dipimpin. Hal demikian tidak dilaksanakan oleh Fery Yusep peratin Pekon Penggawa V Ilir Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat.

Demikian ungkap beberapa aparatur pekon dan perwakilan masyarakat yang sedang berkumpul dipekon setempat, namun mereka enggan disebutkan namanya kepada medinasnews.com minggu (11/3), mengatakan "Kami berharap dengan terpilihnya bapak Fery Yusep sebagai peratin pekon Penggawa V Ilir akan membawa perubahan yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur pekon, dan juga kerukunan antar sesama masyarakat menjadi lebih baik.

" Namun apa yang menjadi harapan itu setelah peratin terpilih dan dilantik sangat bertolak belakang dengan keinginan masyarakat, seperti contoh dalam pengelolaan ADD tidak ada transeparansinya, ada info mengenai anggaran dana adat tapi tidak ada wujudnya, ada beberapa janji tentang honorarium kerja tim aparat pekon tidak terealisasi dengan baik, pembangunan rabat beton bagi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tidak tau persis berapa pengeluaran dan total anggarannya, karena RAB tidak pernah diperlihatkan peratin, pengadaan Lampu Penerangan Jalan (PJU) ada yang sejak dipasang tidak menyala, hingga kini hampir semua dari 15 titik tidak berfungsi lagi, dan yang paling mirisnya lagi Surat Keputusan (SK) pengangkatan aparatur pemerintahan pekon semula sudah dibagikan kepada yang bersangkutan, dengan dalih dikumpulkan untuk keperluan yang tidak jelas, sudah ditarik semua oleh peratin Fery Yusep, "Ungkap sumber kepada medinasnews.com.
" Dengan kejadian seperti ini jelas bagi kami masyarakat ada hal yang tidak beres dengan peratin, sehingga kami punya pemikiran secara bersama - sama tanpa ada yang mengkomandoi meminta peratin Fery Yusep untuk mengundurkan diri saja dari jabatan sebagai peratin, jika masalah ini dibiarkan berlarut - larut takut menimbulkan persoalan baru, dan merusak stabilitas keharmonisan hidup bermasyarakat, kami butuh pemimpin yang amanah bukan pemimpin yang ogah - ogahan"Tutupnya.

Ditempat terpisah Fery Yusep selaku peratin pekon penggawa V ilir mengatakan, "Soal transparansi anggaran perasaan saya sudah transparan dengan tidak merinci apa upaya yang sudah dilakukannya, kemudian mengenai lampu Penerangan Jalan Utama (PJU) Usep panggilan akrap Fery Yusep mengakui memang ada yang tidak menyala sejak terpasang, hal itu disebabkan ada kesalahan boklam.

" Saya selaku peratin merasa sudah berbuat yang maksimal berbuat untuk membangun pekon, namun jika ada yang kurang pas menurut masyarakat namanya saya manusia biasa pasti ada kelirunya, untuk semua itu saya minta maaf, "Pintanya. Har
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini